Dompu, Radardemokrasi.com – Resort Pekat kembali menunjukkan komitmennya menjaga kawasan hutan dari ancaman perambahan.
Dalam patroli rutin yang digelar Selasa, 14 Juli 2026, petugas menemukan aktivitas pembukaan lahan secara ilegal di kawasan So Sori Dungga KM 16, Desa Tambora, Kecamatan Pekat, yang berada dalam areal konsesi PT AWB dan wilayah kerja Resort Pekat.
Saat tim mendekati lokasi, para pelaku diduga langsung melarikan diri ke dalam kawasan hutan sehingga tidak sempat diamankan.
Meski demikian, Resort Pekat tetap mengumpulkan seluruh bukti awal dengan mencatat titik koordinat, mengukur luasan lahan yang telah dirambah, serta mendokumentasikan kondisi lokasi sebagai bahan laporan resmi.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan satu unit mesin potong rumput dan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas perambahan. Barang bukti tersebut sempat diamankan.
Namun, situasi berubah ketika sekelompok warga menghadang petugas. Demi menghindari potensi konflik yang lebih besar dan menjaga keselamatan personel, barang bukti tersebut dilepas sementara sambil menunggu proses penanganan lanjutan.
Langkah berikutnya, Resort Pekat akan berkoordinasi secara resmi dengan Pemerintah Desa Tambora.
Koordinasi dilakukan untuk menyampaikan informasi lengkap terkait dugaan keterlibatan warga, meminta klarifikasi, sekaligus menyusun langkah bersama agar aktivitas perambahan tidak kembali terjadi.
Selain itu, seluruh kronologi kejadian beserta data lapangan akan disampaikan kepada pimpinan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Resort Pekat juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna memastikan penanganan kasus berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Upaya pengamanan kawasan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat. Herman, warga Kecamatan Pekat, mengaku bangga atas langkah tegas yang dilakukan petugas dalam menjaga kelestarian hutan.
Menurutnya, tindakan cepat aparat menjadi bukti bahwa kawasan hutan tidak boleh dibiarkan menjadi sasaran perambahan yang dapat merusak lingkungan dan mengancam keberlanjutan sumber daya alam.
Ia berharap Resort Pekat terus meningkatkan patroli dan memperkuat sinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat.
Herman menilai perlindungan hutan merupakan tanggung jawab bersama agar kawasan Tambora tetap lestari bagi generasi mendatang. Resort Pekat dinilai telah memberi pesan tegas bahwa setiap bentuk perambahan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.


Komentar