Kota Bima, Radardemokrasi.com – Gerakan Rabu Amal Sampah menjadi salah satu langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Program ini terus digalakkan setiap Rabu dengan menekankan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Pada pelaksanaan Rabu, 19 Agustus 2026, sekitar 15 kilogram sampah botol plastik berhasil dikumpulkan. Sampah tersebut selanjutnya diarahkan untuk dikelola melalui mekanisme pemanfaatan sampah bernilai ekonomis.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Bima Nomor 100.3.4/120/IV/2026 tentang Gerakan Rabu Amal Sampah Plastik.
Surat edaran tersebut mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN mengumpulkan sampah plastik bernilai ekonomis setiap hari Rabu.
DLH Kota Bima tidak ingin gerakan tersebut berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemilahan dari rumah dinilai menjadi kunci agar pengurangan sampah plastik berjalan lebih efektif. Botol plastik yang dipisahkan sejak awal akan lebih mudah dikumpulkan, dimanfaatkan, dan memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, partisipasi organisasi perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan terus didorong.
Konsistensi pelaksanaan juga menjadi perhatian agar gerakan tersebut dapat terukur dan tidak kehilangan momentum.
DLH Kota Bima meminta dokumentasi kegiatan dilaporkan melalui tautan yang telah disediakan. Pelaporan menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Gerakan Rabu Amal Sampah.
Warga Kota Bima pun mulai melihat gerakan tersebut bukan sekadar urusan pemerintah. Nurdin Ibrahim, salah seorang warga, mengaku bangga melihat DLH Kota Bima konsisten mengajak masyarakat lebih peduli terhadap sampah.
“Kalau gerakan ini terus dilakukan, masyarakat akan terbiasa memilah sampah. Yang penting bukan hanya mengumpulkan, tetapi membangun kesadaran dari rumah,” kata Nurdin.
Menurut dia, sampah plastik memiliki persoalan ganda. Jika dibuang sembarangan, lingkungan menjadi kotor. Namun jika dipilah dan dikumpulkan, sampah tersebut masih dapat memiliki nilai ekonomi.
Gerakan Rabu Amal Sampah diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan kolektif. Target akhirnya bukan sekadar bertambahnya jumlah sampah plastik yang terkumpul, melainkan perubahan cara pandang warga terhadap sampah.
Kebiasaan memilah dari sumber menjadi langkah kecil yang dapat menentukan wajah Kota Bima sebagai kota yang Bersih, Sehat, Indah, dan Asri (BISA).


Komentar