Lombok Timur, Radardemokrasi.com – Sembalun Dorong Swasembada Bawang Putih Nasional 2028 bukan sekadar slogan dari kaki Gunung Rinjani. Kawasan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, itu menjadi salah satu titik penting gerakan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi, Rabu, 19 Agustus 2026.
Gerakan tersebut digelar bersamaan dengan panen raya bawang putih dan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin kegiatan yang dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediati Soeharto, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, serta petani.
Di balik seremoni itu ada persoalan besar. Kebutuhan bawang putih Indonesia mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Produksi dalam negeri baru berkisar 34 ribu hingga 40 ribu ton. Selisihnya membuat ketergantungan terhadap impor masih sangat tinggi.
Kapolri mengatakan kemandirian pangan menjadi agenda strategis pemerintah menghadapi ketidakpastian global. Bawang putih, menurut dia, merupakan komoditas yang harus didorong agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dari produksi sendiri.
Gerakan penanaman serentak mencakup potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 wilayah kepolisian daerah. Pada tahap awal, penanaman dilakukan pada lahan sekitar 279,5 hektare.
Sembalun menjadi salah satu kawasan yang dipandang potensial.
Pengembangan bawang putih di wilayah tersebut telah dimulai sejak 2025. Pemerintah didorong memperkuat riset varietas, teknologi budidaya, serta pengujian produktivitas pada berbagai ketinggian.
Varietas lokal Sembalun, termasuk Pipit Alium, disebut memiliki potensi untuk dikembangkan.
Keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dinilai penting agar pengembangan tidak berhenti pada perluasan lahan, tetapi menghasilkan produktivitas yang konsisten.
Dukungan kepada petani turut diberikan melalui bantuan 81 unit hand tractor, lima unit pompa air tenaga surya, pupuk, serta sarana produksi pertanian lainnya.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediati Soeharto mengingatkan bahwa target swasembada tiga tahun membutuhkan langkah terukur dan berkelanjutan. Menurut dia, petani harus memperoleh keuntungan yang layak agar memiliki alasan ekonomi untuk terus menanam bawang putih.
Ekosistem dari hulu hingga hilir juga harus dibangun. Benih unggul, pupuk, alat mesin pertanian, pembiayaan, teknologi, pendampingan, dan kepastian pasar tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan hibah lahan serta anggaran pembangunan Gudang Ketahanan Pangan kepada Polda NTB.
Sembalun kini menghadapi pekerjaan yang lebih berat setelah seremoni berakhir: membuktikan bahwa bawang putih lokal mampu tumbuh, menguntungkan petani, memperkuat ekonomi daerah, dan perlahan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor menuju target swasembada 2028.


Komentar