Lombok Timur, Radardemokrasi.com – Bunda Sinta memperkuat pencegahan stunting melalui intervensi dini, pendampingan balita, dan pemenuhan gizi sebagai langkah dari hulu di NTB.
Upaya Bunda Sinta menekan angka stunting terus diperkuat melalui pendekatan preventif yang dimulai sejak balita mengalami risiko gangguan pertumbuhan. Strategi ini difokuskan pada pendampingan anak yang kesulitan menaikkan berat badan agar tidak berkembang menjadi kasus stunting.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bunda Sinta saat meninjau pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Keluarga Saling Kasih, Dusun Otak Pancor Utara, Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (2/7).
Dalam kegiatan itu, Bunda Sinta didampingi Wakil Bupati Lombok Timur, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTB, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur, serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Ia menegaskan, pemenuhan gizi pada masa balita merupakan fondasi utama bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Orang tua didorong menyediakan makanan bergizi dengan kandungan protein hewani seperti telur, ikan, susu, serta memanfaatkan makanan tambahan yang telah disiapkan pemerintah.
“Kalau sekarang anak susah makan, harus terus diupayakan agar tetap mendapatkan makanan bergizi. Jangan sampai nanti menyesal ketika anak sudah berusia belasan tahun karena kurang optimal mendapatkan asupan gizi sejak kecil,” ujarnya.
Selain itu, Bunda Sinta mengingatkan pentingnya menerapkan konsep Isi Piringku dengan komposisi gizi seimbang. Ia menilai kebiasaan menyajikan makanan yang didominasi karbohidrat tanpa lauk bergizi berpotensi menghambat pertumbuhan anak.
TP PKK NTB juga mendorong budaya makan bersama di posyandu maupun kelompok masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun semangat makan anak dan telah menunjukkan hasil positif di Kabupaten Lombok Utara.
Perhatian juga diberikan pada lingkungan sehat. Orang tua diminta tidak merokok di dalam rumah maupun di dekat balita karena paparan asap rokok dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Hasil intervensi mulai terlihat. Jumlah balita sasaran berhasil ditekan dari 77 kasus menjadi tersisa 16 kasus. Capaian ini memperkuat keyakinan bahwa pencegahan sejak dini mampu menekan risiko stunting sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Di akhir kegiatan, Bunda Sinta menyerahkan secara simbolis paket PMT kepada balita sasaran intervensi sebagai bentuk dukungan nyata mempercepat penurunan stunting di Provinsi NTB.


Komentar