Hukum
Beranda / Hukum / Kasus Dugaan Pengeroyokan Aldo, Warga Desa Oo Kembali Blokir Jalan

Kasus Dugaan Pengeroyokan Aldo, Warga Desa Oo Kembali Blokir Jalan

Polisi Amankan Blokir Jalan (Foto: Al)
Polisi Amankan Blokir Jalan (Foto: Al)

Dompu, Radardemokrasi.com – Warga Desa Oo, Kecamatan Dompu, kembali melakukan aksi pemblokiran jalan pada Senin malam, 15 Juni 2026. Aksi tersebut dipicu oleh belum tuntasnya penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Aldo yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat setempat.

Sebelum aksi berlangsung, pihak kepolisian telah bersilaturahmi ke kediaman orang tua Aldo di Desa Oo. Dalam pertemuan tersebut, polisi meminta waktu tiga hari untuk kembali mengamankan terduga pelaku dalam kasus dugaan pengeroyokan Aldo.

Namun, permintaan tersebut belum mampu meredam tuntutan warga. Sekitar pukul 21.45 WITA, massa kembali melakukan pemblokiran jalan tepat di pusat Desa Oo. Aksi blokir jalan itu menyebabkan arus lalu lintas dari dua arah mengalami kemacetan.

Warga yang bertahan di lokasi menilai proses penanganan kasus dugaan pengeroyokan Aldo harus segera menunjukkan perkembangan yang jelas. Karena itu, mereka tetap melakukan aksi sebagai bentuk tekanan agar terduga pelaku segera diamankan.

Sekitar pukul 23.00 WITA, pasukan kepolisian terlihat bersiap di depan SPBU Oo untuk bergerak menuju lokasi pemblokiran jalan. Langkah tersebut dilakukan guna membuka akses jalan yang tertutup akibat aksi massa.

Kasus Dugaan Pengeroyokan Aldo, Polisi Minta Waktu Tiga Hari

Pada pukul 23.12 WITA, pasukan polisi mulai merangsek masuk ke lokasi blokir jalan untuk melakukan negosiasi dengan massa. Aparat berupaya meyakinkan warga agar membuka jalan sambil menunggu proses penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang sedang berjalan.

Hingga pukul 23.28 WITA, negosiasi antara massa pemblokir jalan dan pihak kepolisian masih berlangsung. Namun, kedua belah pihak belum menemukan titik temu sehingga jalan tetap ditutup oleh warga.

Memasuki Selasa, 16 Juni 2026, tepat pukul 00.16 WITA, pasukan kepolisian memutuskan mundur dari arah massa yang bertahan di lokasi blokir jalan. Saat itu jarak antara aparat dan massa diperkirakan sekitar 400 meter.

Meski aparat mundur, massa tetap bertahan melakukan aksi. Warga menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus dugaan pengeroyokan Aldo hingga terdapat kepastian hukum terhadap para terduga pelaku.

Hingga pukul 00.32 WITA, massa masih bertahan memblokir jalan di pusat Desa Oo. Sementara itu, aparat kepolisian meninggalkan lokasi dan arus lalu lintas masih terdampak akibat aksi tersebut.

Warga Desa Oo Blokir Jalan, Tuntut Dua Pelaku Pengeroyokan Ditangkap Kembali

Aksi yang berlangsung hingga dini hari itu menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kasus dugaan pengeroyokan Aldo.

Warga berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus dugaan pengeroyokan tersebut sesuai dengan tuntutan yang telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *