Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Bantuan Rumah NTB Melonjak, Jatah BSPS Capai 10 Ribu Unit

Bantuan Rumah NTB Melonjak, Jatah BSPS Capai 10 Ribu Unit

Rapat Kordinasi (Foto: RK)
Rapat Kordinasi (Foto: RK)

Jakarta, Radardemokrasi.com – Bantuan Rumah NTB menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat setelah pemerintah pusat menetapkan alokasi 10.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 2026.

Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan alokasi tahun 2025 yang hanya mencapai 1.610 unit.

Kepastian penambahan kuota itu disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, dalam rapat koordinasi bersama Indah Dhamayanti Putri di Jakarta pada 30 Juni 2026.

Bantuan Rumah NTB dinilai menjadi hasil dari upaya Pemerintah Provinsi NTB memperjuangkan tambahan program rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kenaikan lebih dari enam kali lipat itu diharapkan mampu mempercepat pengurangan rumah tidak layak huni di berbagai kabupaten dan kota.

Selain pembangunan rumah, pemerintah juga mengintegrasikan berbagai program pendukung.

Bapenda NTB Perkuat Sinergi Genjot Penerimaan PKB

Penerima BSPS akan memperoleh sertifikasi tanah melalui Kementerian ATR/BPN, akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta dukungan permodalan usaha mikro dari Permodalan Nasional Madani (PNM).

Bantuan Rumah NTB diharapkan tidak hanya menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan layak, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga melalui kepastian legalitas aset serta kemudahan memperoleh modal usaha.

Pemerintah Provinsi NTB menyatakan siap mengawal pelaksanaan program bersama pemerintah kabupaten dan kota agar penyaluran bantuan berlangsung cepat, tepat sasaran, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

H. Jalal, warga Kota Bima, mengaku bangga atas meningkatnya alokasi bantuan tersebut. Menurut dia, tambahan kuota itu menjadi harapan bagi banyak keluarga yang selama ini masih tinggal di rumah tidak layak huni. Ia berharap pelaksanaannya berlangsung adil dan transparan.

Komentar serupa disampaikan Ismail Idris, warga Kabupaten Dompu. Ia menilai peningkatan kuota Bantuan Rumah NTB merupakan kabar baik bagi masyarakat. Menurutnya, program itu perlu dikawal bersama agar benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Ekonomi NTB Melesat, Ekspor dan Pariwisata Moncer

Program Bantuan Rumah NTB diharapkan menjadi langkah nyata meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan pengawasan yang baik serta kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, bantuan tersebut diharapkan tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberi manfaat bagi ribuan keluarga di Nusa Tenggara Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *