Dompu, Radardemokrasi.com -Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di SMKN 1 Pekat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Momentum keagamaan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Pleno yang mempertemukan pendidik, komite, orang tua, pemerintah desa, mantan kepala sekolah, dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk merajut kembali kolaborasi dalam membangun masa depan peserta didik. Forum tidak sekadar membahas kepentingan sekolah, tetapi juga membuka komunikasi mengenai pendidikan, karakter, pembangunan, hingga keterlibatan masyarakat.
Kepala SMKN 1 Pekat, Suherman, S.Pd., mengatakan sekolah terus berupaya menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri. Namun, menurut dia, kompetensi kerja harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan karakter peserta didik.
“Di sekolah, pembinaan akhlak sudah kami optimalkan. Kami berharap peran orang tua di rumah juga dapat lebih dioptimalkan,” ujar Suherman.
Kepala Desa Karombo, Firman, S.Pd., turut menyatakan kesiapan pemerintah desa menjadi bagian dari perjuangan pendidikan di SMKN 1 Pekat. Ia menilai pembinaan generasi membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya dibebankan kepada sekolah.
“Kami siap menjadi garda terdepan untuk sama-sama mendidik dan merawat anak didik kita di SMKN 1 Pekat,” katanya.
Rapat kemudian dilanjutkan di bawah pimpinan Ketua Komite SMKN 1 Pekat. Salah satu agenda yang mencuat ialah transparansi anggaran, termasuk pembangunan pagar sekolah yang sedang berjalan.
Keterbukaan tersebut menjadi penting agar wali murid dan pihak terkait dapat mengetahui perkembangan pembangunan sekaligus menjaga kepercayaan terhadap pengelolaan program sekolah.
Yang menarik, kegiatan ini juga memperlihatkan adanya sinergitas mantan kepala sekolah dengan sekolah saat ini. Suparman, S.Pd., yang hadir sebagai penceramah Maulid, merupakan mantan Kepala SMKN 1 Pekat periode 2010-2021.
Kehadiran Suparman memberi warna tersendiri. Ia bukan sekadar menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perjalanan sekolah yang pernah dipimpinnya. Pesan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW pun menjadi relevan dengan tugas bersama mendidik generasi.
Maulid ditutup dengan ceramah agama yang mengajak peserta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keagamaan itu diharapkan tidak berhenti di ruang acara, tetapi diterapkan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
SMKN 1 Pekat menegaskan pendidikan membutuhkan kolaborasi. Sekolah membangun kompetensi, keluarga memperkuat karakter, pemerintah memberi dukungan, sedangkan masyarakat ikut menjaga ekosistem pendidikan.
Dengan semangat Mandiri, Cakap, Religius, dan Unggul, SMKN 1 Pekat berupaya memastikan perjalanan pendidikan tidak kehilangan akar kebersamaan.


Komentar