Dompu, Radardemokrasi.com – Aksi Mahasiswa berlangsung lebih panas dari biasanya pada Senin, 29 Juni 2026.
Gabungan organisasi mahasiswa yang terdiri atas HMI MPO, PMII, ELEMENDE, dan IMM turun ke jalan menyuarakan kekecewaan terhadap berbagai persoalan daerah maupun nasional yang dinilai belum kunjung diselesaikan pemerintah.
Aksi dipimpin Sahrul (HMI MPO), Riswandi (PMII), Ferdiansyah (ELEMENDE), dan Irwan (IMM).
Dalam Aksi Mahasiswa tersebut, massa memulai long march dari depan Masjid Baiturrahman, Kelurahan Karijawa, menuju perempatan lampu merah Jalan Soekarno Hatta sebelum bergerak ke Kantor DPRD Dompu.
Di perempatan lampu merah, peserta Aksi Mahasiswa sempat memblokade jalan dengan berdiri melingkar di tengah badan jalan.
Aksi itu menyebabkan arus lalu lintas dari berbagai arah mengalami kemacetan total selama beberapa menit sebelum kembali normal setelah mendapat pengamanan aparat.
Puncak Aksi Mahasiswa terjadi di Kantor DPRD Dompu. Massa memasuki ruang sidang utama di lantai dua, kemudian menurunkan hampir seluruh kursi sidang ke halaman kantor DPRD.
Sekitar 30 kursi dikumpulkan sebagai simbol kekecewaan terhadap lembaga legislatif yang dinilai belum mampu mendorong penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Dalam orasinya, peserta Aksi Mahasiswa menegaskan aksi penurunan kursi bukan sekadar bentuk pelampiasan emosi, melainkan simbol protes terhadap carut-marut persoalan yang dinilai hanya berujung janji tanpa penyelesaian nyata.
Mereka menyoroti persoalan narkoba, kelangkaan LPG 3 kilogram, kesejahteraan honorer dan PPPK paruh waktu, hingga kondisi infrastruktur.
Selain itu, massa menuntut evaluasi total tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, menolak dwifungsi TNI dan revisi Undang-Undang Polri, serta mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
Seluruh tuntutan tersebut disampaikan secara bergantian dalam Aksi Mahasiswa di depan gedung DPRD.
Usai berunjuk rasa di DPRD, Aksi Mahasiswa berlanjut ke Kantor Bupati Dompu. Massa kembali menyampaikan tuntutan serupa dan menilai pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar menyampaikan komitmen.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Dompu menerima perwakilan mahasiswa dan menyatakan seluruh aspirasi akan diteruskan kepada kepala daerah untuk dibahas lebih lanjut.
Selama Aksi Mahasiswa berlangsung, pengamanan dilakukan aparat kepolisian bersama Camat Dompu hingga aksi berakhir dalam keadaan tertib.


Komentar