Dompu, Radardemokrasi.com – DP3A Dompu terus memperkuat upaya pencegahan perkawinan usia anak melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang menyasar calon pengantin usia anak di Kabupaten Dompu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bidang Pemenuhan Hak Anak (PHA) sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi hak-hak anak dan menekan angka perkawinan anak.
Dalam kegiatan itu, DP3A Dompu memberikan edukasi kepada calon pengantin yang mengajukan permohonan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku. Materi yang disampaikan meliputi risiko perkawinan usia anak dari aspek kesehatan, pendidikan, psikologis, hingga dampak sosial yang dapat memengaruhi masa depan pasangan maupun anak yang akan dilahirkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu, Miftahul Suada, mengatakan edukasi tersebut menjadi langkah penting agar calon pengantin memahami konsekuensi yang dapat muncul apabila memasuki kehidupan rumah tangga tanpa kesiapan yang memadai.
Menurutnya, kesiapan fisik, mental, dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.
Karena itu, DP3A Dompu terus mendorong masyarakat agar tidak terburu-buru menikah pada usia anak dan lebih mengutamakan pendidikan serta perencanaan masa depan.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pencegahan perkawinan anak sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi. Edukasi seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pernikahan bukan hanya persoalan usia, tetapi juga kesiapan dalam menjalani kehidupan berkeluarga.
Salah seorang pasangan calon pengantin mengaku kegiatan tersebut memberikan banyak pengetahuan baru. Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan menjadi bekal untuk mempersiapkan kehidupan rumah tangga dengan lebih matang.
Melalui kegiatan ini, DP3A Dompu berharap masyarakat semakin memahami pentingnya melindungi hak anak dan mencegah perkawinan usia dini. DP3A Dompu juga menegaskan bahwa sinergi pemerintah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan generasi Dompu yang sehat, berkualitas, serta mampu menghadapi tantangan masa depan.
Pemerintah Kabupaten Dompu berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, sekolah, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan perkawinan anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera.


Komentar