LONDON, Radardemokrasi.com – Stadion Wembley kembali bergemuruh dalam warna biru langit. Manchester City sukses mengunci gelar juara Piala FA Cup musim 2025-2026 setelah menumbangkan perlawanan sengit Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung Sabtu (16/5/2026).
Kemenangan ini sekaligus memastikan skuad asuhan Pep Guardiola sukses mengawinkan dua trofi domestik (domestic cup double) musim ini setelah sebelumnya memenangkan Piala Liga (Carabao Cup).
Melansir tayangan resmi dari kanal YouTube The Emirates FA Cup, Minggu (17/5/2026), jalannya pertandingan di babak pertama sempat berlangsung ketat dan minim peluang bersih dari kedua tim.
Chelsea sempat mengajukan protes keras terkait klaim penalti atas pelanggaran terhadap Joao Pedro di kotak terlarang, namun wasit Darren England tidak bergeming.
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua melalui aksi magis penyerang anyar Manchester City, Antoine Semenyo.
Berawal dari kerja sama apik Erling Haaland yang mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti, Semenyo yang berdiri di posisi ideal melepaskan sebuah tendangan tumit belakang (backheel flick) yang sangat tak terduga.
“The moment that will loom large in the recollections of the 145th FA Cup final, Antoine Semenyo’s glorious flick that leaves the final score reading Chelsea nil Manchester City 1,”
“Momen yang akan membekas dalam ingatan final Piala FA ke-145, sontekan indah Antoine Semenyo membuat skor akhir Chelsea 0, Manchester City 1,” demikian petikan komentator pertandingan.
Bola yang sempat membentur tumit Levi Colwill berbelok mengecoh penjaga gawang Chelsea dan bersarang mulus di pojok gawang.
Laga final ini juga diselimuti atmosfer emosional yang mendalam bagi para pendukung The Citizens.
Pertandingan ini dilaporkan menjadi momen perpisahan sekaligus laga pamungkas bagi dua legenda hidup Manchester City, Bernardo Silva dan John Stones, yang dipastikan akan hengkang pada akhir musim ini.
Bernardo Silva, yang bertindak sebagai kapten tim, memimpin rekan-rekannya menaiki tangga ikonik Wembley untuk mengangkat trofi Piala FA kedelapan sepanjang sejarah klub.
“Bernardo Silva lifting the trophy… there will not be a dry eye in the City dressing room,”
“Bernardo Silva mengangkat trofi… tidak akan ada mata yang kering di ruang ganti City,” ungkap narator pertandingan menggambarkan momen haru penyerahan medali bersama Pangeran Wales, William.
Meski perayaan juara Piala FA berlangsung meriah, fokus Pep Guardiola harus segera beralih.
Manchester City masih menyisakan satu target besar tersisa di kompetisi Premier League untuk menempel ketat Arsenal di puncak klasemen demi ambisi meraih treble domestik.
Manchester City dijadwalkan akan langsung bertanding melawan Bournemouth pada Selasa malam.
Bagi Chelsea, hasil ini memperpanjang rekor buruk mereka di final Piala FA pada dekade 2020-an, di mana mereka kini tercatat telah menelan empat kekalahan beruntun di partai puncak.


Komentar