Infrastruktur
Beranda / Infrastruktur / Senator NTB Dorong Penambahan PJU di Wilayah Pinggiran Kota Bima

Senator NTB Dorong Penambahan PJU di Wilayah Pinggiran Kota Bima

Ilustrasi: Minimnya Penerangan Jalan (Foto: AI)
Ilustrasi: Minimnya Penerangan Jalan (Foto: AI)

Jakarta, Radardemokrasi.com – Mirah Midadan Fahmid mendorong Pemerintah Kota Bima untuk memperkuat pemerataan pembangunan melalui penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah pinggiran yang hingga kini masih minim penerangan. Kawasan yang menjadi perhatian antara lain Kolo, Lelamase, Nitu, dan Oi Fo’o.

Menurut Mirah Midadan Fahmid, pembangunan tidak boleh hanya terfokus di pusat kota, melainkan harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah pinggiran. Keberadaan infrastruktur dasar seperti lampu penerangan jalan dinilai memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Pemerataan pembangunan harus dirasakan hingga ke wilayah pinggiran. Saya mendorong penambahan lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Kolo, Lelamase, Nitu, dan Oi Fo’o yang masih minim penerangan,” ujar Mirah Midadan Fahmid.

Senator NTB tersebut menjelaskan bahwa lampu jalan bukan sekadar pelengkap infrastruktur, tetapi menjadi kebutuhan penting yang berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan, keamanan lingkungan, serta aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.

Dengan penerangan yang memadai, warga dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

Koramil Dompu dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bima yang telah memasang ribuan titik lampu jalan di berbagai wilayah. Namun demikian, pemerataan penerangan jalan dinilai masih perlu diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh warga Kota Bima.

Selain mendorong penambahan PJU konvensional, Mirah Midadan Fahmid turut mengusulkan pemanfaatan lampu tenaga surya sebagai solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Menurutnya, teknologi energi terbarukan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk memperluas jangkauan penerangan hingga ke daerah yang masih terbatas infrastrukturnya.

“Pemanfaatan lampu tenaga surya dapat menjadi solusi yang ramah lingkungan sekaligus menghemat biaya operasional dalam jangka panjang. Ini merupakan langkah yang patut dipertimbangkan demi mewujudkan keadilan pembangunan bagi seluruh warga Kota Bima,” katanya.

Dukungan terhadap usulan tersebut datang dari Abdulhamid, salah seorang warga yang menilai kebutuhan penerangan jalan di wilayah pinggiran memang sudah lama dirasakan masyarakat.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang gelap pada malam hari sehingga mengurangi kenyamanan dan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Kuasa Hukum Desak Evaluasi Proyek Irigasi Dam Tanju

“Kami sangat mendukung langkah Ibu Mirah Midadan Fahmid yang memperjuangkan penambahan lampu jalan. Penerangan yang memadai akan membuat masyarakat merasa lebih aman, sekaligus membantu aktivitas ekonomi warga yang berlangsung pada malam hari,” ujar Abdulhamid.

Ia berharap pemerintah dapat menindaklanjuti usulan tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Dengan bertambahnya fasilitas penerangan jalan umum, masyarakat di kawasan Kolo, Lelamase, Nitu, dan Oi Fo’o diharapkan dapat merasakan manfaat pembangunan yang lebih nyata dan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *