Ekonomi
Beranda / Ekonomi / UMKM NTB Bidik Oleh-Oleh

UMKM NTB Bidik Oleh-Oleh

UMKM NTB Bidik Oleh-Oleh (Foto: MT)
UMKM NTB Bidik Oleh-Oleh (Foto: MT)

Mataram, Radardemokrasi.com – UMKM NTB Bidik Oleh-Oleh menjadi peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar hingga ke lingkungan jamaah haji dan umroh. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai menjajaki kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umroh guna mempersiapkan produk daerah agar memenuhi standar kebutuhan pasar tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., MA., menerima kunjungan Tim Kementerian Haji dan Umroh Wilayah NTB, Rabu (4/11). Pertemuan itu membahas penjajakan kolaborasi pengembangan dan standardisasi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyedia oleh-oleh haji dan umroh.

Pembicaraan tersebut bukan sekadar membuka ruang koordinasi antarlembaga. Ada peluang ekonomi yang sedang dibidik, yakni menjadikan produk unggulan daerah sebagai bagian dari kebutuhan jamaah yang selama ini menjadi salah satu pasar potensial.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah aspek yang perlu dipenuhi pelaku usaha. Mulai dari kualitas produk, kemasan, kelayakan, hingga persyaratan yang harus dipenuhi agar produk UMKM lokal memiliki kesempatan masuk dalam rantai penyediaan oleh-oleh jamaah.

Standardisasi menjadi salah satu pekerjaan penting. Sebab, produk lokal tidak cukup hanya mengandalkan identitas daerah dan keunikan rasa. Kualitas, konsistensi produksi, serta kemasan yang memenuhi kebutuhan pasar juga menjadi pertimbangan agar mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

UMKM Perikanan NTB Naik Kelas

Bagi UMKM NTB, peluang tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah. Namun, peluang pasar tidak otomatis berubah menjadi keuntungan apabila pelaku usaha belum memiliki kesiapan produksi dan standar yang dibutuhkan.

Karena itu, pembinaan dan pendampingan menjadi bagian penting dari rencana kolaborasi tersebut. Pelaku UMKM membutuhkan arahan yang terukur agar mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki identitas lokal, serta memenuhi kebutuhan konsumen.

Ke depan, Disperindag NTB bersama Kementerian Haji dan Umroh diharapkan menindaklanjuti penjajakan ini melalui program pembinaan, pendampingan, dan standardisasi produk.

Sebab, peluang menjadi penyedia oleh-oleh jamaah haji dan umroh bukan hanya soal memperkenalkan produk lokal. Lebih jauh, kesempatan itu menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan UMKM agar mampu naik kelas dan mengambil bagian dalam pasar yang lebih luas.

Wastra NTB Mendunia, Motif Lokal Dikejar Perlindungan HAKI

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *