Mataram, Radardemokrasi.com – Kepala Bidang Retribusi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama tim melaksanakan kegiatan monitoring terhadap sejumlah fasilitas penghasil retribusi daerah pada Rabu, 1 Juli 2026. Bapenda NTB Pantau Retribusi menjadi langkah yang dilakukan untuk memastikan seluruh objek retribusi dikelola secara optimal sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke UPT Balai Pelatihan Koperasi. Dalam peninjauan tersebut, tim melihat secara langsung pemanfaatan fasilitas yang menjadi objek retribusi daerah. Bapenda NTB Pantau Retribusi juga difokuskan untuk mengevaluasi kondisi fasilitas, tingkat pemanfaatan, serta efektivitas pengelolaannya agar memberikan kontribusi yang lebih maksimal terhadap penerimaan daerah.
Usai melakukan monitoring di lokasi pertama, tim melanjutkan kegiatan ke Wisma Seruni. Di tempat ini, rombongan meninjau kondisi sarana dan prasarana sekaligus mengidentifikasi potensi yang masih dapat dikembangkan.
Bapenda NTB Pantau Retribusi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menggali peluang peningkatan penerimaan retribusi tanpa mengabaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Monitoring tersebut tidak hanya berorientasi pada capaian pendapatan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap pengelolaan aset daerah yang menghasilkan retribusi. Dengan data lapangan yang diperoleh, pemerintah dapat menyusun langkah perbaikan secara terukur sesuai kebutuhan setiap objek retribusi. Bapenda NTB Pantau Retribusi diharapkan mampu memperkuat efektivitas pengelolaan aset sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan daerah.
Melalui kegiatan ini, Bapenda NTB menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan seluruh potensi retribusi daerah sebagai salah satu sumber PAD. Pendekatan monitoring secara berkala dinilai penting agar setiap fasilitas tetap produktif, terpelihara dengan baik, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan daerah. Bapenda NTB Pantau Retribusi menjadi bagian dari strategi memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan, efektif, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu menciptakan pengelolaan retribusi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bapenda NTB Pantau Retribusi menjadi komitmen yang terus dijalankan secara konsisten.
Langkah ini diharapkan memperkuat kemandirian fiskal serta kesejahteraan masyarakat daerah secara berkelanjutan.


Komentar