Dompu, Radardemokrasi.com – BIMTEK MPLS 2026 SMAN 1 Pekat menjadi langkah awal sekolah dalam mempersiapkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan tersebut digelar pada Selasa, 30 Juni 2026, di Aula Pertemuan SMAN 1 Pekat.
BIMTEK MPLS 2026 SMAN 1 Pekat dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang juga Ketua MPLS 2026, Faridah, S.Pd. Pembukaan kegiatan turut didampingi Pembina Rohis, Kartini, S.Pd.I, bersama seluruh panitia yang akan terlibat dalam penyelenggaraan MPLS tahun ajaran baru.
Seluruh panitia mengikuti rangkaian pembekalan sebagai bekal memahami tugas, tanggung jawab, serta prinsip pelaksanaan MPLS yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.
Melalui BIMTEK MPLS 2026 SMAN 1 Pekat, sekolah menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan.
Pada kesempatan itu, Pembina OSIS, Nur Arafah, S.Pd., Gr, menyampaikan laporan kegiatan sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh panitia.
Ia menekankan bahwa panitia merupakan wajah pertama sekolah yang akan dikenang peserta didik baru. Karena itu, pelayanan yang humanis, disiplin, dan penuh keteladanan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan BIMTEK MPLS 2026 SMAN 1 Pekat.
Materi utama kemudian disampaikan oleh Ardiansah, S.Pd., Gr. Ia memberikan penguatan mengenai peran strategis panitia, konsep MPLS yang ramah, serta pentingnya membangun budaya sekolah yang mendukung tumbuhnya karakter, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.
Melalui BIMTEK MPLS 2026 SMAN 1 Pekat, sekolah berharap seluruh panitia mampu menjalankan tugas secara profesional dan menjadi teladan bagi siswa baru.
Pembekalan ini juga diharapkan menjadi fondasi suksesnya pelaksanaan MPLS Tahun 2026 yang sejalan dengan semangat pendidikan berkarakter.
Dengan demikian, BIMTEK MPLS 2026 SMAN 1 Pekat bukan sekadar agenda rutin, melainkan ikhtiar membangun budaya sekolah yang lebih humanis, inklusif, dan berkualitas.
Seorang siswa yang tergabung dalam panitia MPLS mengatakan pembekalan tersebut membuatnya semakin memahami tugas dan tanggung jawab selama kegiatan berlangsung.
“Kami ingin menyambut adik-adik kelas dengan ramah, membantu mereka beradaptasi, dan menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, serta penuh semangat belajar,” ujarnya.


Komentar