Pendidikan
Beranda / Pendidikan / LYLA 2026 Cetak Pemimpin Muda Lewat Literasi di NTB

LYLA 2026 Cetak Pemimpin Muda Lewat Literasi di NTB

LYLA 2026 di NTB (Foto: LA)
LYLA 2026 di NTB (Foto: LA)

Mataram, Radardemokrasi.com – Pendidikan tidak lagi cukup diukur dari tingginya nilai akademik.

Tantangan zaman menuntut lahirnya generasi yang mampu berpikir kritis, percaya diri, serta memiliki karakter kuat. LYLA 2026 hadir menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan literasi yang dipadukan dengan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.

Program yang digelar LORA (Lombok Read Aloud) bersama Kampung Dongeng, GalPal, dan Tim Bunda Literasi NTB itu mendapat apresiasi dari Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal. Saat menghadiri kegiatan pada Minggu (29/6), ia menegaskan bahwa pendidikan seharusnya menjadi ruang bagi anak untuk mengenali potensi terbaik dalam dirinya.

Menurut Sinta, LYLA 2026 tidak sekadar mengajarkan teori, melainkan memberi kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui pengalaman nyata. Cara tersebut dinilai mampu membangun kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak.

“Semoga ke depannya anak-anak ini tidak berhenti sampai di sini dan terus mengeksplorasi kemampuannya. Tidak harus menjadi hebat di semua bidang, tetapi mengetahui potensi diri adalah hal yang paling penting,” ujarnya.

Kurikulum Internasional Bekal Mahasiswa Hadapi Kerja

Ia berharap pendekatan yang diterapkan dalam LYLA 2026 dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah formal. Menurutnya, komunitas literasi mampu menjadi mitra strategis pendidikan dengan menghadirkan proses belajar yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Ketua Panitia, Winny, menjelaskan LYLA 2026 dirancang untuk mengembangkan kepemimpinan sesuai jenjang usia peserta. Siswa SMA dibekali pengalaman sebagai relawan dan panitia kegiatan untuk mempersiapkan diri memasuki dunia organisasi di perguruan tinggi. Sementara peserta usia 9 hingga 14 tahun diarahkan mengembangkan kemampuan menuangkan hasil bacaan menjadi ide dan karya tulis.

Selama empat hari pembekalan, peserta memperoleh materi kepemimpinan, kerja sama tim, event organizing, kerelawanan, hingga public speaking. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan secara langsung.

Sebanyak 15 peserta dari LORA serta perwakilan Komunitas Paus Biru dan Teman Tuli mengikuti LYLA 2026. Kolaborasi lintas komunitas itu memperlihatkan bahwa pendidikan inklusif dapat membuka ruang belajar yang setara bagi seluruh anak.

Melalui LYLA 2026, gerakan literasi tidak lagi berhenti pada kebiasaan membaca. Program ini menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keberanian anak untuk mengenali potensi diri, sehingga mampu tumbuh sebagai generasi yang siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Gubernur Iqbal Serukan Ayah Hadir Bangun Generasi NTB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *