JAKARTA, Radardemokrasi.com – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan atau reshuffle keempat pada jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/4/2026).
Dalam pelantikan ini, Prabowo mengukuhkan enam pejabat baru yang mengisi posisi strategis, mulai dari menteri hingga kepala badan, guna mempercepat akselerasi program prioritas nasional.
Langkah ini mempertegas dinamika politik di pemerintahan Prabowo-Gibran yang memasuki tahun kedua.
Menariknya, perombakan kali ini tidak hanya menghadirkan wajah baru, tetapi juga menandai kembalinya sejumlah nama yang sempat terdepak dari posisi sebelumnya.
Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51P hingga 53P Tahun 2026, berikut adalah daftar enam pejabat baru yang resmi bergabung dalam kabinet:
- Mohammad Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (menggantikan Hanif Faisol Nurofiq).
- Hanif Faisol Nurofiq: Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (posisi baru).
- Dudung Abdurachman: Kepala Staf Kepresidenan (KSP), merangkap Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional.
- Muhammad Qodari: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (menggantikan Angga Raka Prabowo).
- Hasan Nasbi: Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi (kembali ke Istana).
- Abdul Kadir Karding: Kepala Badan Karantina Nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa perubahan posisi ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya memperkuat sinergi antarkementerian.
Salah satu sorotan utama adalah penunjukan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wamenko Pangan.
“Kita butuh penguatan di sektor pangan secara spesifik. Pak Hanif memiliki rekam jejak yang kuat untuk membantu Menteri Koordinator Pangan dalam menjaga kedaulatan logistik kita,” ujar seorang sumber di internal Istana.
Sementara itu, kembalinya Hasan Nasbi ke lingkaran komunikasi kepresidenan dan penunjukan M. Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah dipandang sebagai strategi memperkuat narasi kebijakan pemerintah di tengah tantangan ekonomi global.
Pelantikan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berlangsung khidmat. Dipandu langsung oleh Presiden Prabowo, para pejabat baru mengikrarkan sumpah jabatan untuk setia pada UUD 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan penuh tanggung jawab.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap para pejabat serentak mengikuti arahan Presiden.
Hadir dalam upacara tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Koordinator, serta sejumlah pimpinan partai politik pendukung pemerintah.
Sejumlah pengamat menilai reshuffle ini sebagai bentuk “evaluasi kinerja” berkala yang diterapkan Prabowo.
Pengamat politik dari Indobarometer menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan Prabowo cenderung dinamis dan tidak ragu mengganti pejabat jika target program tidak tercapai dalam kurun waktu tertentu.
Pasca-pelantikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau stabil, menunjukkan respon pasar yang cukup positif terhadap kepastian susunan kabinet baru ini.


Komentar