Dompu, Radardemokrasi.Com – Warga Desa Oo kembali memblokir jalan utama di Kecamatan Dompu pada Minggu sore hingga malam hari menuntut keadilan.
Aksi pemblokiran jalan kembali terjadi di Desa Oo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 17.05 WITA. Aksi yang dilakukan warga Desa Oo tersebut dipicu tuntutan agar aparat penegak hukum segera menangkap kembali dua terduga pelaku pengeroyokan yang sebelumnya telah ditahan.
Korban diketahui bernama Aldo (18), warga Desa Oo. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Kota Mataram setelah mengalami luka serius di bagian kepala yang diduga akibat hantaman batu bata saat peristiwa pengeroyokan terjadi sekitar dua minggu lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus tersebut diduga berkaitan dengan kelompok yang dikenal masyarakat sebagai geng panah. Namun informasi tersebut masih menunggu pendalaman dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Dalam penanganan kasus tersebut, dua orang terduga pelaku berusia sekitar 18 tahun telah diamankan dan ditahan oleh Polres Dompu.
Namun, menurut informasi yang berkembang di tengah masyarakat, kedua terduga pelaku tersebut diduga melarikan diri dari tahanan Polres Dompu.
Informasi mengenai kaburnya dua terduga pelaku tersebut memicu kemarahan dan kekecewaan warga.
Akibatnya, warga Desa Oo kembali melakukan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk protes sekaligus menuntut agar kedua terduga pelaku segera ditangkap kembali.
Di tengah masyarakat juga beredar informasi bahwa salah satu dari dua terduga pelaku merupakan anak dari seorang oknum anggota TNI.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai informasi tersebut maupun kaitannya dengan proses hukum yang sedang berjalan.
Akibat aksi pemblokiran jalan tersebut, arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang hingga sekitar 2–3 kilometer. Kemacetan mulai dari kawasan Cabang Kodim Dompu hingga mencapai titik lokasi pemblokiran jalan di Desa Oo.
Dalam aksi tersebut, warga membakar kayu di tengah badan jalan sebagai simbol protes.
Personel keamanan dari Polres Dompu kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus bernegosiasi dengan massa.
Menurut informasi yang diperoleh di lokasi, ketegangan mulai terjadi ketika aparat kepolisian meminta agar blokir jalan dibuka dan arus lalu lintas kembali normal. Namun permintaan tersebut ditolak oleh warga yang bersikeras menunggu kepastian terkait penangkapan kembali dua terduga pelaku.
Penolakan tersebut memicu situasi memanas. Sejumlah warga kemudian melakukan pelemparan batu ke arah petugas. Dalam upaya mengendalikan situasi, aparat kepolisian dilaporkan mengeluarkan tembakan peringatan. Insiden tersebut menyebabkan terjadinya gesekan sesaat antara massa dan aparat keamanan di lokasi pemblokiran jalan.
Dalam upaya meredam situasi, Kapolres Dompu turut turun langsung ke lokasi pemblokiran jalan dan melakukan dialog dengan warga Desa Oo. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan tuntutan agar dua terduga pelaku yang diduga melarikan diri dari kantor polres Dompu ditangkap kembali.
Menurut keterangan yang diperoleh di lokasi, warga memberikan tenggang waktu kepada pihak kepolisian selama 1 x 24 jam untuk menangkap kembali kedua terduga pelaku. Warga menegaskan bahwa apabila dalam batas waktu tersebut tidak ada perkembangan yang jelas terkait penangkapan para terduga, mereka akan kembali melakukan aksi pemblokiran jalan sebagai bentuk protes dan tuntutan keadilan bagi korban.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolres Dompu meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian untuk menjalankan proses pencarian dan penegakan hukum sesuai prosedur yang berlaku. Meski demikian, warga tetap berharap adanya langkah konkret dari aparat dalam waktu yang telah mereka tentukan.
Meski sempat memanas, aparat dan tokoh masyarakat terus melakukan pendekatan persuasif guna mencegah terjadinya eskalasi konflik yang lebih besar.
Warga Desa Oo menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk tuntutan agar proses hukum dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap Aldo berjalan secara adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi korban serta keluarganya.
Hingga Minggu malam, aparat keamanan masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan serta memastikan situasi tetap kondusif.


Komentar