Hukum
Beranda / Hukum / Tebang Liar So Wadu Bedi Terbongkar, Resort Kilo Bergerak Cepat

Tebang Liar So Wadu Bedi Terbongkar, Resort Kilo Bergerak Cepat

Resort Kilo So Wadu Bedi (Foto: RK)
Resort Kilo So Wadu Bedi (Foto: RK)

Dompu, Radardemokrasi.com – Tebang Liar So Wadu Bedi terungkap setelah laporan masyarakat ditindaklanjuti cepat oleh Resort Kilo.

Dugaan aktivitas penebangan ilegal di kawasan hutan Desa Kiwu, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, itu dilaporkan warga pada Senin, 29 Juni 2026 sekitar pukul 18.00 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, seluruh personel Resort Kilo berkumpul di kantor pada Selasa, 30 Juni 2026 pukul 06.30 Wita.

Kepala Resort memberikan arahan mengenai pola operasi, jalur yang akan dilalui, pembagian tugas, serta mengingatkan seluruh anggota agar mengutamakan keselamatan selama bertugas.

Langkah cepat ini menjadi tindak lanjut atas laporan Tebang Liar So Wadu Bedi yang disampaikan masyarakat.

Blokir Jalan Bolo, Warga Lawan Peredaran Sabu

Usai pengarahan, tim bergerak menuju lokasi. Setibanya di kawasan So Wadu Bedi, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Hasil pengecekan menguatkan adanya aktivitas tebang pilih yang diduga dilakukan oleh oknum masyarakat. Temuan tersebut memperkuat dugaan Tebang Liar So Wadu Bedi yang sebelumnya dilaporkan warga.

Tim kemudian menyisir jalur setapak yang diduga menjadi akses keluar-masuk pelaku. Namun, hingga pemeriksaan selesai, petugas tidak menemukan pelaku maupun barang bukti berupa kayu hasil tebangan.

Di lokasi hanya ditemukan sebuah pondok dan tempat peristirahatan yang diduga digunakan sebagai lokasi singgah sementara. Seluruh kondisi Tebang Liar So Wadu Bedi didokumentasikan berikut titik koordinat untuk kepentingan laporan resmi.

Hasil pemeriksaan kemudian dilaporkan Kepala Resort Kilo kepada pimpinan guna menentukan langkah penanganan lanjutan.

Pengawasan Perda NTB Diperkuat Lewat Rakor Hukum

Sebagai upaya mencegah lokasi kembali dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal, petugas membakar pondok yang ditemukan di kawasan tersebut. Tindakan itu dilakukan agar Tebang Liar So Wadu Bedi tidak kembali berlangsung dengan memanfaatkan fasilitas yang ditinggalkan.

Kepala Resort Kilo menegaskan kawasan So Wadu Bedi akan menjadi sasaran patroli rutin.

Pengawasan berkala akan terus diperkuat guna mencegah Tebang Liar So Wadu Bedi terulang sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan.

Resort Kilo juga mengajak masyarakat terus melaporkan setiap dugaan perusakan hutan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerusakan hutan dapat dicegah sejak dini.

Dengan pola ini, frasa “Tebang Liar So Wadu Bedi” muncul 6 kali dan tersebar dari paragraf awal hingga penutup, sehingga lebih ramah untuk optimasi SEO tanpa terkesan dipaksakan.

Restorative Justice NTB Dievaluasi Demi Keadilan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *